selepas bangun dari tidur, sebenarnya muka kita berminyak. Sebelum cuci muka, lap dulu mukal dengan hujung jari....(urut2kan muka dengan turutan dari bawah keatas). Kemudian baru boleh cuci muka. Sebelum basuh muka selawat 3X. Mudah2han muka kita akan sentiasa berseri2. Kemudian bolehlah cuci gigi pulak. satu lagi, kalau nak hidup kita sentiasa berkat, sebelum buat sesuatu kerja baca bismillah dan selawat. Nak masak sekalipun.Lupa lak nak cakap..amalan urut muka selepas bangun tidur diwaktu pagi juga dapat menghindarkan jerawat di muka kita. Bukanlah dapat dihilangkan terus. Tapi...mungkin juga dapat dikawal
saje2...
Aizat - Hanya Kau Yang Mampu
E B
Ku cuba redakan relung hati,
G#m C#m
Bayangmu yang berlalu pergi,
A B
Terlukis di dalam kenangan,
G#m C#m
Bebas bermain di hatiku..
E B
Cerita tentang masa lalu,
G#m C#m
Cerita tentang kau dan aku,
A B
Kini tinggal hanya kenangan,
G# C#m
Kau abadi di dalam hatiku..
A B
Harusnya takkan ku biarkan engkau pergi,
G# C#m
Membuat ku terpuruk rasa ingin mati,
A B
Derita yang mendera kapan akan berakhir,
G#m C#m
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku
E B
Cerita tentang masa lalu,
G#m C#m
Cerita tentang kau dan aku,
A B
Kini tinggal hanya kenangan,
G# C#m
Kau abadi di dalam hatiku..
A B
Harusnya takkan ku biarkan engkau pergi,
G# C#m
Membuat ku terpuruk rasa ingin mati,
A B
Derita yang mendera kapan akan berakhir,
G#m C#m
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku
A B
Aku cinta ohhhhhhh...
G# C#m
Aku cinta ohhhhhhh...
A B
Aku cinta ohhhhhhh...
G# C#m
Aku cinta ohhhhhhh...
Interlude:
E B G#m C#m
A E G#m C#m
A B
Harusnya takkan ku biarkan engkau pergi,
G# C#m
Membuat ku terpuruk rasa ingin mati,
A B
Derita yang mendera kapan akan berakhir,
G#m C#m
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku
A B
Aku cinta ohhhhhhh...
G# C#m
Aku cinta ohhhhhhh...
A B
Aku cinta ohhhhhhh...
G# C#m
Aku cinta ohhhhhhh...
A B G#m C#m
Hanya engkau yang mampu taklukkan hatiku
ilmu...
1. Tiada kemuliaan seperti ilmu.
2. Ilmu adalah pusaka yang mulia.
3. Serendah-rendah ilmu adalah yang
berhenti di lidah, dan yang paling
tinggi adalah yang tampak di
anggota-anggota badan.
4. Tetaplah mengingat ilmu di tengah
orang-orang yang tidak menyukainya,
dan mengingat kemuliaan yang terdahulu
di tengah orang-orang yang tidak memiliki
kemuliaan, karena hal itu termasuk
di antara yang menjadikan keduanya
dengki terhadapmu.
5. Jika Allah hendak merendahkan seorang
hamba, maka Dia mengharamkan terhadapnya
ilmu.
6. Jika mayat seseorang telah diletakkan
di dalam kuburnya, maka muncullah empat api.
Lalu datanglah shalat (yang biasa dikerjakannya),
maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah
puasa, maka ia memadamkan api yang satunya
lagi (api kedua). Lalu datanglah sedekah,
maka ia memadamkan api yang satunya lagi.
Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api
yang keempat seraya berkata, “Seandainya aku
menjumpai api-api itu, niscaya akan aku padamkan
semuanya. Oleh karena itu, bergembiralah kamu.
Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak akan
pernah melihat kesengsaraan.”
7. Janganlah engkau membicarakan ilmu dengan
orang-orang yang kurang akal karena
mereka hanya akan mendustakanmu, dan
tidak pula kepada orang-orang bodoh
karena mereka hanya akan menyusahkanmu.
Akan tetapi, bicarakanlah ilmu dengan
orang yang menerimanya dengan penerimaan
yang baik dan yang memahaminya.
8. Cukuplah ilmu itu sebagai kemuliaan
bahwasanya ia diaku-aku oleh orang yang
bukan ahlinya dan senang jika dia
dinisbatkan kepadanya.









